Arsip untuk Kategori 'marriage ability'

26
Okt
09

miss him

65566,1236528369,9bagaimana mungkin, menikah dan tinggal bersama dengan pasangan tapi tetap saja merasa rindu?

But it Happens! and unfortunatelly, it also happen to me… Hiks :(

Sebenarnya, fenomena dimana suami istri yang baru bisa bertemu menjelang larut malam sudah tidak asing lagi. Terlebih jika sang suami dan istri bekerja di kota besar layaknya Jakarta.

I admit that. Awalnya semua memang berjalan seperti yang saya bayangkan, terlebih di minggu pertama pernikahan kami, dimana hampir setiap saat di selalu ada di sebelah saya, terlepas dari kenyataan bahwa saat itu kami sedang cuti menikah dan memang dalam masa honimun, tapi setelah kembali ke Jakarta pun, kami masih dapat meluangkan banyak waktu berdua, walopun cuma sekedar hunting HIK (hidangan Istimewa Kampung) di sekitaran Cibubur-Cileungsi. But that’s FUN!! dan bener2 rasanya seperti sang waktu adalah belong to us.

Menikah muda, untuk yang sudah menjalani sebagaimana saya sekarang, terlebih untuk yang tinggal deket2 ama ibukota, keknya nasibnya ngga jauh-jauh dari saya. Tiba-tiba jadi inget ama temen yang rumahnya di Kota Wisata. Ngeliat dari jauh, emang keknya hidup yang mereka jalani perfect. Semua fasilitas kelas menengah ke atas telah mereka rasakan, mobil ada, segala hiburan tersedia. Apapun, you name it, they have it. Tapi apa yang mereka korbankan atas semua yang mereka dapatkan?

Yang sering tidak di sadari adalah hilangnya waktu bersama dengan orang-orang terkasih. Seperti yang akhir-akhir ini saya rasakan. Betapa saya merindukan sentuhan tangan suami saya saat saya sedang lelap tertidur, membangunkan saya dan menyadarkan saya akan kehadirannya.  Betapa saya sering kali merindukan saat-saat dimana kami dapat mengobrol santai dan tidak bertemu saat tubuh telah membunyikan alarm lelahnya. Betapa saya merindukan moment-moment simple nan indah yang biasa kami dapatkan saat dulu tekanan pekerjaan tidak sebesar sekarang. Sungguh, saya rindu itu semua.

Ini resiko sih, terlebih nanti klo sudah ada anak. Rasa kehilangan mungkin akan terasa sampe ke level kronis. Merasa lelah sendiri karena merasa sendirian merawat si kecil. Ah, sekarang aja saya sudah merasa sedih membayangkannya. Tapi saya yakin, jauh di dalam hati orang terkasih itu, suami saya tercinta, diapun tidak menginginkan jarak diantara kami demikian terasa, dia pun pasti menginginkan yang sama, senantiasa dapat berada di sisi saya.

Kami, hanya harus lebih berusaha… dan tetap saling mengerti tentunya…

ps : We Love you Ayah…

30
Sep
09

-newly- passionate

85699,1177778634,1Sebelumnya engga pernah menyangka akan merasa seperti ini. Terlebih ketika dia mengajukan permintaan menikah tepat pada perayaan 5 tahun masa perkenalan slash pacaran kami . Jika ada pertanyaan mengapa saya ingin segera menikah dengannya adalah karena satu hal, saya ingin ditemani. Entah mengapa, terasa lelah berjalan sendirian diantara semakin banyaknya masalah yang muncul di hadapan saya, berjalan beriringan dengan semakin bertambahnya umur.

Iya, alasan saya menikah selain tentu saja karena saya mencintai dia, tapi satu yang membuat saya merasa harus mensegerakan adalah karena saya lelah selalu sendirian. Terlebih semakin kesini, teman-teman yang senantiasa dapat diandalkan setidaknya untuk menghabiskan weekend, sekarang lebih memilih untuk sibuk sendiri-sendiri. Jangankan menyempatkan diri berburu barang-barang murah di daerah senen, ataupun glodok. Sekedar rujakan di kos saya saja sepertinya mereka tidak sempat lagi.

Hmmm.. iya, saya merasa sangat kesepian. Terlebih ketika pada usia produktif seperti ini saya semakin disibukkan dengan rutinitas kantor yang jamnya semakin lama semakin ngga menentu. Saya justru merasa dunia saya semakin sempit, dan di dunia sempit itu saya sendirian. Hmmmh… sedih sekali jka teringat waktu-waktu itu. Sampai saya tersadar bahwa walo bagaimanapun mencoba untuk tidak sampai ke titik ini -baca : kesadaran menikah- pada akhirnya semua manusia sesuai dengan fitrahnya, akan tergiring dengan sendirinya menuju ke fase ini. Semuanya memang seperti ada yang mengatur, bahwa saya tidak akan selamanya di temani oleh teman-teman saya yang mereka pun pada akhirnya akan menentukan jalan sendiri-sendiri yang kemungkinan berbeda dengan jalan yang saya ambil. Maka, demi menghilangkan perasaan kesendirian di dunia saya yang semakin lama semakin mengecil ini, mau tidak mau, saya harus memilih -dan membidik- salah satu teman saya untuk dijadikan teman seumur hidup, menemani saya sampai rambut menguban dan memutih (insyaalloh).

Niat yang sudah kian membulat itu rupanya engga begitu aja mulus. Bener kata orang, menuju pernikahan itu biasanya cobaan beragam, klo dalam bahasanya iqa (seorang teman dari Bandung) karena kalo menikah, semua ibadah nilainya berlipat ganda, jadi setan engga mau pahala kita bertambah demikian cepatnya sehingga berusaha untuk menghalangi pernikahan tersebut. Hmmm… masuk akal sih, but in my opinion, semua cobaan pada dasarnya untuk menaikkan level seseorang, dan apakah pahala menjadi berlipat karena pernikahan, wallohu a’lam, saya engga mau berurusan matematika dengan Alloh, itu hak Dia sebagai maha segala dari apa yang ada didunia ini.

Dan finally, hari itu, minggu 2 Agustus 2009,  saya pun menjadi muhrimnya.Laki-laki yang saya coba mengenal selama kurun waktu duatahun perkenalan, dan lima tahun pacaran. Bismillah, semoga saya memilih lelaki yang tepat, untuk diri saya dan anak-anak saya kelak. Amien.

Saya tidak menyangka, bahwa sebuah pernikahan akan merubah apa yang telah menjadi idealisme saya dalam memandang sebuah profesi atau posisi. Profesi dalam hal ini adalah pekerjaan yang berkaitan dengan sebuah instansi tertentu, ada hitam di atas putihnya, perjanjian antara manusia dan manusia. Tadinya, laki-laki itu mengenal saya sebagai sosok yang pantang menyerah dengan semua cita-cita tingginya. Seseorang yang percaya dengan quote-nya Andrea Hirata “bermimpilah setinggi langit dan Tuhan akan memeluk mimpimu itu”.

Saya masih Na yang itu. Yang ingin mimpinya di peluk Tuhan. Tapi yang pasti saya bukan lagi Na yang dulu. Begitu terobsesi untuk selalu menjadi nomor satu dan menjadi dragon lady, wanita dengan karier cemerlang. Dikelilingi fasilitas nomor satu dan dengan segala kemudahan dalam hidup. Saya sempat ingin menjadi seseorang yang mengejar itu semua. Semua semata-mata karena saya kira nilai kebahagiaan terletak pada itu semua, jika semua hal yang menyangkut hidup ini menjadi demikian mudah dan indah, bagaimana mungkin hidup tidak bahagia?

That’s my stupid thought. Dan saya menyadari kebodohan itu tepat ketika saya mengalami masa-masa dimana ternyata mengejar apa yang saya kira benar itu sungguh melelahkan. Terlalu banyak effort yang harus dikeluarkan untuk sesuatu yang saya belum yakin bahwa semua itu akan membuat saya bahagia. Effort yang saya yakin tidak akan seimbang dengan hasilnya apabila yang harus saya korbankan adalah waktu-waktu singkat saya bersama keluarga dan orang-orang yang saya sayangi. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ternyata saya ngga seambisius itu, bahwa untuk menjadi bahagia tanpa kehilangan mimpi saya yang sebenarnya ternyata ngga harus se-ngoyo itu.

Then, I became who I am right now. Masih saya yang ingin terus bermimpi ingin menjadi dosen, karena dengan profesi itu saya punya banyak tabungan akherat dengan meninggalkan banyak ilmu yang berguna. Menuju itu, terlebih dahulu saya harus kuliah S2 (dosen S1 sekarang udah jarang boww) dan kesanalah panah impian saya saat ini saya tancapkan. Saya, masih orang itu yang memiliki mimpi berjenjang. Yang tidak lagi menganggap enteng tentang motherhood *ampuni saya para ibu-ibu didunia*, bahkan mulai menyadari bahwa justru dari rumahlah kunci semua ke kesuksesan yang di dapat di luaran sana. Dari rumahlah kebahagiaan itu dibangun, dan ditangan ibulah kunci diletakkan. Ngga mudah memang, tapi mungkin memang itulah alasan kenapa surga berada di bawah telapak kaki ibu.

22
Agu
09

alarm dan puasa

Ramadhano iya, hari ini hari pertama puasa yah??

met puasa untuk yang menjalankan, untuk yang tidak.. semoga masih mau untuk sedikit menyingkir pabila sedang makan es cream atau es teh apalagi menjelang deadclock alias buka puasa… hehehe, kidding lah.. saya udah cukup gedhe (baik fisik dan semoga mental) untuk sekedar menahan godaan makhluk bernama es teh…

puasa kali ini (thanks God) saya sudah tidak sendiri lagi. Ada laki-laki itu, yang selama 5 tahun bersamanya dalam sebuah ikatan berstatus In Relationship ala Facebook, yang setiap datang Ramadhan, dia -hampir- selalu tidak bisa berada di samping saya. Bukan dia tidak mau, saya yakin keinginannya sebesar keinginan saya, tapi apa daya, toh dia tidak mampu begitu saja meninggalkan kota tempat dia bekerja dan menuju kesini, tempat saya berada.

Thanks God -again-, kami telah officially menjadi hubby en wiffy… di awal bulan ini, and I’m such a Happy Women right now.  Rasanya masih ngga percaya, ada seseorang lain yang tidur di samping saya, masih tidak percaya, dan kadang saya suka meraba perutnya ditengah-tengah saya terjaga, dan saya menemukan sosok hangat itu, sedang ngorok dengan damainya… hahaha…

Ini adalah puasa pertama kami sebagai pasangan suami istri. Jangan ditanya betapa excited-nya saya. Kulkas, udah pasti penuh dengan bahan2 masakan, dari daging impor sampe fillet lokal, dari segala macam sayuran produk pasar seperti pete (ini makanan favorit hubbi), kacang panjang, sampe fresh veggie ala supermarket, semua ada dan ngumpul dengan rukunnya di kotak sedang nan dingin itu. Sudah dari kemarin2 saya mempersiapkan ibadah yang satu ini. Membayangkan betapa damainya ibadah sahur, dan tarawih kami nantinya.

Sampai tadi malam, hari terakhir makan semaunya, karena malamnya kami akan memasuki pintu Ramadhan dengan melakukan sholat tarwih, saya di sms suami tercinta, dan mengatakan saya harus tarawih sendirian malam ini… huhuhu… sad, tapi ya sudahlah.. it’s a -one of other- risk being a wife of civil engineer, yang kudu siap ngga bisa merencanakan apapun, karena agenda kerja mereka ngga selalu apa yang ada di atas meja.

Hari itu, lelakiku itu pulang lebih awal. Sadar kalo besok kami harus bangun lebih pagi kali ya?? jam 9 malam, ketika biasanya saya memeluk guling yang dingin itu, malam itu saya bisa memeluk perutnya yang hangat. Damai terasa sampai ujung-ujung kaki saya. Dia mengajak ngobrol karena waktu2 seperti ini, priceless sekali untuk kami. Sampai tak terasa pukul 11 malam.  Sudah hampir menjelang tengah malam, si mas ngajak supaya kami masak saja, sehingga pas nanti sahur kami tinggal angetin sayur dan goreng ikan seadanya. Saya menuruti usulnya yang tumben2an cemerlang.

Pekerjaan yang paling saya sukai dimulai. Dari mengiris-iris tipis sayur dan mengolahnya menjadi masakan yang uhuy… Hmm.. saya sangat menikmati peran saya yang satu ini. Kecapek’an masak, tepat pukul 11.30 saya pingsan sementara alias tidur. Suami saya? hmm.. saya ngga tau kegiatannya setelah dia membantu saya dalam proses masak-memasak itu. Yang saya tau, dia engga langsung tidur.

O iya, sebelum tidur, saya setting current alarm yang bisa bunyi tiap hari. Di hari biasa,  saya setting benda kecil itu untuk membangunkan saya dari pingsan tepat pukul, 04.30. Belive me, they never late!… maka di bulan ramadhan ini, saya ganti settingan menjadi pukul 04.00. Setelah men-save settingan, saya pun beranjak tidur.

Tapi ohh, betapa kagetnya saya, benda kecil itu mengkhianati sayatepat di hari pertama saya akan melakukan puasa. Saya terbangun -sukses dengan kagetnya- tepat pukul 05.00, dimana terdengar suara seseorang mengaji dan beberapa detik kemudian panggilan sholat pun di kumandangkan. Saya hanya sempat menyambar air putih di kulkas. Sementara suami saya, masih terkaget-kaget dan berusaha menerima kenyataan bahwa kami bangunnya kesiangan, dan kami telat sahur!! Astagfirullah…

Semoga kami keluar sebagai pemenang pada puasa hari ini dan seterusnya.. amien.

20
Jun
09

trough de wed

101144p

Berbicara  tentang pernikahan, jadi inget dulu waktu saya masih semester 2. Seorang teman nanya, gimana tentang konsep pernikahan saya kelak. Hehehe… saya jawabnya ngasal banget. Dulu -ampe sekarang sihh- saya paling enggan disuruh pake benda yang namanya rok. Dalam lemari baju saya pun, benda yang namanya skirt, bisa diitung pake jari. Engga bermaksud untuk pilih kasih, tapi  gak tau deh, pake rok tuh sungguh bikin saya yang pencilakan ini engga nyaman. Risih gitu. Terlalu kebuka -bagian bawahnya- dan ngga bisa gerak sesuka hati. Maka saya bilang ama teman saya itu, kalo saya nikah besok-besok, dress code buat tamunya adalah simply jeans, celana jeans maksudnya. Hahaha, udah kebayang tuh dikepala, saya dan suami nerima tamu yang mereka semua kompak pake jeans dan atasan putih, hilanglah itu semua formalitas yang bikin gerah dan capek.

Sekarang, kalo dibalikin lagi ke sana, konsep impian saya diatas, masih akankah saya gunakan di pernikahan kelak. Hmm… sama kek temennya adisti di lajang&menikah, yang mendambakan menikah ala polka yang akhirnya menyerah ama keinginan orang tua yang ingin menikahkan anaknya dengan menggunakan tata cara pernikahan adat masing-masing. Bisa dipastikan, meskipun konsep menikah dengan dress code ala jeans engga bakalan saya dapet, tapi saya juga engga mau nikah pake adat manapun. Pake kebaya? iyalah. Sebuah harga yang engga bisa saya tawar. Tapi konsep yang saya inginkan adalah simply wed. Untungnya, keluarga si mas bukan keluarga penganut adat yang keukeuh. Sudah lumayan nasionalis dan lebih penting adalah mereka engga akan nuntut macem-macem untuk menggunakan adat yang melelahkan itu kepada saya. Fyuhh… lega rasanya.

hari ini, adalah H minus 2 bulan 1 mingguan sekian hari sekian sekian jam. I just cant wait for that beautifully moment. padahal, persiapan menuju kesana big Zero! hahaha, modal nekat doang emang…ama doa sih, gag tau banyakan mana, doa apa nekatnya. Hahaha, embuhlah.. bismillah aja, niatnya baik, insyaalloh ntar dimudahkan jalannya.

baru beberapa hari yang lalu aja, saya akhirnya menyelesaikan konsep pernikahan dan mengirimnya lewat email ama seorang teman. setelah baca artikel gimana menikah secara islam yang saya temukan secara ngga sengaja, artikel itu seakan memberikan inspirasi tentang pernikahan. Memang sih, harus ada penyesuaian sana sini, tapi pada dasarnya udah kena ama apa yang saya harapkan. Simple dan ngga neko-neko.

Acara akan saya lakukan di rumah saja, mengingat jumlah tamu yang kebanyakan adalah para tetangga saja. Keluarga saya yang bisa dibilang keluarga hanya segelintir saja, dan keluarga mas, ngga mungkin juga datang semua mengingat waktu yang sangat jauh dari negara *ceileh* hahaha, *propinsi ding* asal mereka. Jakar tempuh dengan mobil aja bisa 13 jam. Hampir ngga mungkin berkendara dengan waktu segitu lama dengan orang tua yang kebanyakan umurnya udah sepuh-sepuh. Lalu teman SMA, mungkin ngga akan saya undang semua, karena honestly, saya kurang suka harus bermanis-manis ria dengan teman yang engga deket dengan saya, dan jumlah temen yang saya anggap deket pun ngga seberapa. Orang kantor, baik kantor saya dan mas, hmmm… sepertinya tak satu pun dari mereka akan mendatangi negara saya, disamping waktunya yang udah deket ama bulan puasa, jaraknya yang jauh bangeddd… kalopun ada yang datang, sungguh.. niatnya memang sangat mulia. hahaha, lebay! Jadi, kemungkinan maksimal tamu yang akan hadir adalah sekitar 200 orang. Dekor dan kursi, jumlahnya menyesuaikan, kata si ewiet sih ada tempat yang mau menyewakan semuanya sekaligus. Jadi tinggal menyesuaikan budget ajah. Soal makanan, kata si mas akan lebih mending kalo kami masak sendiri, bukan apa-apa, karena acaranya dirumah, maka otomatis kami engga bisa mengontrol jam kedatangan para tetamu, kalo makanan diserahkan ke tukang catering, takutnya ntar pas ada tamu yang datang, kami ngga ada stock makanan. Bisa tengsin berat bo’.

Yang masih nyangkut di kepala cuma masalah Tenda, kursi, dan makanan. Sisanya, keknya bisa kami urus dalam waktu sehari. Undangan, tinggal nyari desain yang match aja, se simple mungkin. Kalo dah nemu desain yang cucok, tinggal pesen, cuma butuh seminggu untuk  bikinnya. Masalah agak gede mengingat selera saya yang agak susah dalam berkebaya adalah mencari atasan yang sesuai dengan acara saya. Selera saya agak aneh iya emang, saya enggak terlalu suka dengan hiasan yang terlalu rame, mau pesen aja yang sesuai dengan yang saya pengen, malahan lebih ribet lagi, kudu cari kain, cari penjahit yang cucok.. waduhh… bisa kriting saya mikirnya. Sudahlah, beli yang langsung pake aja, tapi tetep kudu nemu yang sesuai dengan selera dan budget tentunya.

Menuju ke pernikahan, emang sebenarnya engga ada yang simple sih saya kira. mo dibikin sesimple apapu acaranya, pastinya ada deh acara ribet-ribetnya, dikit atow banyak. se enggak kepengen-kepengennya saya ama acara yang terlalu detail dan ribet, tentu saja saya engga boleh gitu aja maen slonong girl tanpa mempertimbangkan wajah mama saya selaku tuan rumah yang akan dapat imbasnya apabila ada yang ngga berkenan ama para tetamu.

1444035pSejatinya, yang harus lebih saya pertimbangkan lebih adalah kesiapan mental untuk memutuskan hidup dengan the only one laki-laki itu. Engga saya pungkiri, seperti jawaban yang dia kemukakan ketika saya menanyakan alasan mengapa dia ingin menikahi saya, adalah karena kenyamanan dan kebutuhan, saya pun demikian. Tapi, pun ketika jawaban kami sama atas pertanyaan itu, pastinya nantinya masih akan ada sesuatu yang harus kami sesuaikan satu dengan yang lainnya. Perubahan yang akan terjadi setelah status kami satu sama lain berubah pun, kemungkinan akan ada pula. Saya yang sampe detik ini kemampuan memasaknya masih di bawah rata-rata seleranya, tentu saja masih harus banyak sekali belajar, saya yang menurutnya masih kurang sabar, tentu saja masih harus belajar bagaimana untuk bersabar di saat yang tepat *hahahha, mana pula tuh ada saat yg tepat untuk bersabar, alesan nih…*

Eeeniwei, all I know for sure, dari jaman kuliah sampai hari ini, detik ini, he is the best for me... semoga tak ada yang berubah, atau kalaupun ada perubahan pada kami masing-masing semoga cinta itu akan selalu menyelimuti hati dan mengalahkan ego masing-masing. Semoga benang merah yang selama ini menyatukan kelingking kami ini akan selalu ada, bahkan menjadi kuat dengan berjalannya hari. Amien.

gambar : pinjem dari jupiterimages

02
Mar
09

petualangan rumah

dream houseMemang tidak mudah dalam mempersiapkan rencana kedepan. Apalagi menyangkut pernikahan yang akhirnya nanti akan berbuntut panjang terhadap kebutuhan seperti sandang, pangan, terutama papan.
Kebutuhan sandang en pangan, jelas -sengaja- ngga dibikin pusing meskipun ntar masih akan pusing juga mungkin. Tapi yang jauh bikin pusing dan akhirnya membawa saya dan mas pada petualangan tak terselesaikan adalah pencarian kebutuhan ketiga : Rumah.
Hari ini, petualangan rumah yang kami lakukan membawa kami ke kawasan perumahan elite kedua setelah Kota Wisata. Legenda Wisata.
Gara-gara iklan besar yang ditempel di pintu gerbang legenda wisata saya dari hari kamis malam udah berinisiatif ngajak si mas untuk mendatangi kantor pemasaran Legenda Wisata yang bentuknya kek Colloseum di Roma.
Nyampe di coloseum itu, si mas secara sepihak memutuskan ngga jadi turun. Keder ngadepin kemungkinan harga yang akan ditawarkan kepada kami nantinya.


“nanya-nya lewat telpun aja kali ya Hun?”
kata mas.
yah, udah terlanjur kesini sih mas” saya merajuk. Padahal setiap saya di datangi oleh marketing perumahan, yang saya sodorin adalah si mas karena saya sendiri suka keder ngadepin angka yang beratus2 juta, ditulis kehadapan saya.
Si mas masih melajukan motornya menjauhi kantor pemasaran Legenda Wisata.
Akhirnya, dia balik arah dan bertekad memasuki Coloseum itu. “Berani ah, sapa yang takut” katanya.

Lalu kami, dengan mengumpulkan semua kepercayaan diri yang sempat tercecer melihat kantor pemasaran yang demikian megah, memberanikan diri untuk duduk dan bertanya. Semua demi mimpi memiliki rumah sendiri.
Singkatnya, kami salah tafsir. Iklan besar yang menyesatkan itu memang nyata, tapi bukan berbentuk rumah tapi kavling. Pantas saja jika seharga 105 juta dengan dp dicicil 36 kali, masih didiscount 30%.
Hmmm, tapi tanah kavling kan bukan impian kami. Tapi tidak menyesal, toh kami sudah memberanikan diri untuk bertanya dan dapat info yang lebih dari yang kami harapkan.

Beberapa minggu sebelum kami mendatangi Legenda Wisata, petualangan rumah telah membawa kami menelusur sampai ke wilayah terdalam daerah Jonggol dan sekitarnya. Mulai dari perumahan untuk kalangan menengah ke bawah, Griya Kahuripan dengan cicilan hanya 300ribu per bulan, sampai ke perumahan untuk menengah ke atas, Harvest City.
Minggu ini pun, untuk terakhir kalinya (karena kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri petualangan rumah kami) kami mendatangi perumahan Griya Nusantara. Terlalu banyak referensi, malahan membuat otak kami menjadi terlalu banyak pertimbangan.
Padahal kondisi keuangan kami, belum mencapai kondisi yang stabil. Saya, mungkin masih bisa bertahan. Tapi rata-rata dari perumahan2 yang kami datangi semuanya mementokkan kami dengan permintaan Uang Muka yang melebihi kemampuan kami.

Akhirnya, kami memutuskan untuk setidaknya sampai akhir tahun ini, saya dan mas -jika rencana menikah kami diridhoi- sementara waktu akan menyewa rumah saja. Sambil mengumpulkan uang untuk setidaknya mampu membayar Uang Muka, jikalau suatu saat nanti kami mendapatkan rumah impian kami.
Kondisi penempatan si mas yang masih belum pasti *update: penempatan si mas, masih kudu nunggu ampe by the end of this month. Saya anggap itu waktu bonus dari Tuhan, jika memang dia akan dipisahkan kembali dengan saya*

nAj-

26
Feb
09

menuju pernikahan

23028294Ternyata memang tidak mudah ya, merancang dan merencanakan pernikahan. Padahal, dalam otak kami, saya dan mas, sudah mendesain bahwa tidak akan ada acara yang aneh-aneh dalam pernikahan kami kelak. Simple saja, dan untuk kalangan terbatas.

Semalam, si mas nyamper saya ke kos. Rencananya sih malam ini saya pengen belanja bulanan. Tapi udah terlanjur malam, saya ngga jadi pergi. Kami ngobrol saja didepan kos. Berawal dari obrolan singkat seputar pekerjaan, akhirnya nyampe juga ke rencana pernikahan. Membahas tentang tempat pernikahan, ternyata nggak semudah yang saya kira. Si mas, adalah putera daerah Banyumas, tepatnya Banjarnegara. Letaknya kurang lebih 6 jam ke arah barat dari kota Solo. Saya, asli Jawa Timur. Tepatnya Sidoarjo, yang lebih dikenal dengan kota sejuta lumpur, hehehe. Kurang lebih 7 jam dari Solo. Maka total perjalanan yang harus ditempuh bapaknya si mas dan rombongan, jika acara menikah di gelar di rumah saya adalah sekitar 13 jam perjalanan. Wuihhh… lumayan lama juga ya? Saya ngga sampe hati jika bapak harus menempuh perjalanan selama itu. Belum lagi saya harus menyiapkan tempat singgah, setidaknya untuk beliau dan rombongan istirahat. Perjalanan 13 jam akan sangat memakan tenaga. Nah, ini juga ngga bias dibayangkan menyewa satu kamar, karena yang namanya rombongan, buat keluarga besar si mas, minimal adalah 4 mobil mini van, yang artinya, jika satu mobil muat untuk 10 orang, maka yang akan menemani perjalanan bapak nantinya adalah sekitar 40 orang, more and less.

Itu artinya, simple dalam bayangan saya udah ngga masuk tuh. Belum lagi teman-teman SMA saya, pasti saya kasih woro-woro, ngga mungkin kan kalo enggak ada kabar menikah sama sekali, trus ujug-ujug* bunting. Teman saya SMA, paling apes, yang datang adalah sekitar 20 orang, 40 kalo masing-masing membawa pasangan. Belum lagi temen Ajusta, anak kampus di Solo, temen D3 si mas, orang-orang di kantor saya dan kantor si mas, temen pengajian mama, sodara2 dari pihak papa dan mama saya, tetangga rumah. Waduh… kalo segitu banyak maka total undangan kami adalah bisa nyampe sekitar 200 orang. Walah. Banyak amat, rame tenan.

Lha, kok jadi membengkak gitu ya mas undangannya?”
Iya ya?, apa ngga usah nyebar undangan nduk?
Lha? Sms gitu maksudnya?”. Saya suka keingetan temen-temen saya, entah yang kenal karena deket, atau kebetulan satu kelas pas jaman SMP, jaman SMA, temen kuliah. Suka tiba2 ngirim sms beruntun, ngasih kabar bahwa tanggal segini, jam segitu, di tempat sono, dia dan calon istrinya akan menikah. Ngga jelas banget pula ngirim sms-nya, ngasih tau nama gedungnya, tapi ngga ada alamatnya. Sengaja banget di mepet-mepetin biar pas satu sms. Di satu sisi, mungkin niatnya baik, hanya memberitahukan saja bahwa dia akan mengadakan acara pernikahan, which is itu adalah berita yang bagus. Sengaja ngga jelas, karena ngga mau ngerepotin teman-temannya untuk terpaksa menghadiri acara tersebut karena udah dapet undangan resmi. Tapi disisi lain, seperti ngga menghargai temannya karena ngga ada undangan resmi yang mampir ke depan mata.
Resikonya, kalo nyebar undangan adalah harus menyiapkan tempat ama makanan, apalagi kalo acaranya di Sidoarjo, lumayan jauh kalo dari Solo, dari Bogor. Mungkin nggak mereka pada datang?” Tanya mas lagi.
Saya jadi mikir, “iya yah, waktu temen2 saya nikah saja, saya ngga pernah menjanjikan kepada mereka akan datang secara eksklusif. Karena memang saya bekerja di tempat yang jauh, jadi, rata-rata mereka memang sudah mengerti kondisinya. Biasanya saya datang pas selesai acara, ngga pake lama, ngasih kenang-kenangan aja, ketemu temen saya dan pasangannya. Beres dah.”
Huh, ribet ya say, ini sebenarnya acara kita apa acara orang-orang sih?” kata saya akhirnya.
Iya, dipikir besok-besok aja kali ya hun?” kata si mas.

24844928Masalah dimana kami tinggal setelah menikah saja, masih belum bisa kami putuskan. Petualangan rumah yang sudah sempat kami lakukan, membawa kami ke titik buntu menyandung ke masalah uang muka yang rata-rata jumlahnya jauh di atas budget kami saat ini. Ada yang sesuai pun, letak dan lingkungannya saya kurang suka. Belum lagi kalo mikir status mas yang belum jelas penempatannya dimana. Membuat kompleksitas yang harus kami hadapi demikian kerasa.

Memang tidak mudah, memang tidak sesimple yang saya inginkan. Bohong aja kalo orang bilang nikah tinggal nikah, tinggal ke KUA saja dan panggil penghulu. Beres. Semudah-mudahnya setidaknya saya dan mas harus memikirkan juga perasaan keluarga kami nantinya. Mama saya dan bapaknya si mas, untungnya bukan orang-orang yang suka dengan hal yang ribet. Sama seperti saya, yang masih ngeyel ngga mau pake panggung buat nikah entar. Jikalau terpaksa harus ngadain acara, maunya saya, saya bisa jalan-jalan santai nemuin temen2 saya yang datang, dengan hiasan yang enggak ribet dan seadanya. Acara makan prasmanan biasa, dengan mc yang kocak, bikin acara yang menghibur dan acara nikahan yang memang lain dari yang lain.

Masih berusaha…

Still Try, Still Pray…

21
Jan
09

my best friend’s wedding

December, 24th 2008 -my Office
cincinMe, and my best friend conversation. Pada detik-detik menjelang pernikahan teman2 kami. Seperti yg aku ceritakan sebelumnya, ini masih dalam rangka wedding effect of our friend’s wedding yg bulan ini tiba2 seperti semuanya kompakan menggeber acara berjudul : menikah.
fajardwi_h says: Boing.. Boing..
fajardwi_h says: Alo es
I say: hoy…
I say: pa kabar bu???
I say: ready for djogja??
fajardwi_h says: Ready! Spirit fourty five
I say: hahaha
fajardwi_h says: Smangat 45,haha
fajardwi_h says: Buw,aku udh dpt undangane ilma
I say: sidane masmu piye?
I say: aku juga
fajardwi_h says: Tgl21
I say: tapi keknya ga datang pas acaranya bu…
I say: udah diajakin ama si rina sihh
I say: tapi belon bisa pulang
fajardwi_h says: Masku msh ga jls
fajardwi_h says: Hehe,gpp nt aja wkt tgl28 km k ilma
I say: iya..
I say: rencananya juga gettu
I say: semoga masih nerima tamu after the show
fajardwi_h says: Ma rina jg?
fajardwi_h says: Haha
fajardwi_h says: Tamu si msh dtrm,..
fajardwi_h says: Buwuhane apalagi,hahaha
I say: rina tak ajak nemeni sihh..
I say: wakakakaka
fajardwi_h says: Tgl27 tmnku 2-1 jg nkh
I say: tgl 23-nya radiq nikah…
I say: besok temen sekantorku nikah
I say: tgl 28 temen dari Holcim nikah
fajardwi_h says: Ampu…n tnyt skls dr kls1 smp 3,bablas lnjt seumur idup!
fajardwi_h says: Wahaha
fajardwi_h says: Bangkrut
I say: tgl 27-nya temen dari kerjaan yg dulu nikah
fajardwi_h says: Bonus akhr thn amblas hehe
I say: damn! kenapa semua orang menutup taun ini dgn ijab???
I say: herannnn???
I say: kmu pake hape apa kompi bu?
fajardwi_h says: Udh wkt mrk bu.
fajardwi_h says: Hehe
fajardwi_h says: Hape
I say: owww
fajardwi_h says: Hehe
fajardwi_h says: Bayiku mulai manjat tur mbrangkang
I say: bayi?
fajardwi_h says: Ra iso dtinggal
I say:
fajardwi_h says: Ponakanku,hehe
I say: which is feel the same like yours..??
I say: hehehe
fajardwi_h says: Nt mama pul ngajar,aku mau k warnet
fajardwi_h says: Yoa
fajardwi_h says: Nempel mulu ma aku
I say: blog baruku
fajardwi_h says: Blog br?
I say:
I say: ho oh
fajardwi_h says: Waw,byk amat
I say: tadinya berniat utk dijadikan tempat bakal calon novel
fajardwi_h says: Apa aja yg br?
I say: tapi keknya alih fungsi jadi tempat sampah laennya…
fajardwi_h says: Wahahaha
I say: our friend’s wedding effect (baca:nglantur)
fajardwi_h says: Public waste bin
I say: itu yg baru
I say: ho oh
fajardwi_h says: Oya,km cuti ya tgl17april
I say: 2009 kah??
fajardwi_h says: Iya
I say: waduh… belon liat tanggalan
I say: tapi bulan2 segitu manufacturing lagi deadline banget buu…
I say: bulan2 ini aku masih bisa nyante
fajardwi_h says: Direncanakan buat cuti ajah
I say: (termasuk liburan)
fajardwi_h says: Oww
I say: krn orang accounting keknya ngga bisa liburan akhr tahun nihh…
I say: aku belum bisa ambil cuti sendiri
I say: ikutnya cuti bersama (12 hari) setahun
fajardwi_h says: Ow gt.
I say: ntar klo dah 5 thn masa kerja dapet cuti bersama plus sendir (30 hari)
fajardwi_h says: Kl udh 1th br blh?
fajardwi_h says: Hah? 5th?
I say: dapetnya cuti bersama ibu….
I say: 12 hari
fajardwi_h says: Waw!
I say: which is aku ngga bisa menentukan hari liburku sendiri
fajardwi_h says: Km ga dtg dunk..
I say: liburannya bareng2
I say: di acara?
I say: 14 april???
fajardwi_h says: 17april
I say: jangan…..2…
I say: 17 april
I say: u’r wedding???
fajardwi_h says:
I say: iya kah???
I say: aaaaarrrrrrggggghhhhh
fajardwi_h says:
I say: fbdhhfihgfhgbuigigh7423758345y656873563678jgnfg
I say: dont know what tu say…
fajardwi_h says: Insya allah
I say: hehehe
I say: udah lamaran bu?
fajardwi_h says: Hahaha
fajardwi_h says: Udah
I say: jangan2 minggu kemaren kmu ngilang tuh lamaran ya???
fajardwi_h says: Tgl14 kmrn
I say: aku merinding tauu…..
I say: sialan…
fajardwi_h says: Hahaha
I say: ketinggalan lagi nih gua
I say: hiks
fajardwi_h says: Sowry es
fajardwi_h says: Smua serba cpt
fajardwi_h says: Expres
fajardwi_h says: Hehe
I say: ya ngga papa lah…
I say: aku balikin kata2mu
I say: udah waktumu bu…
fajardwi_h says: Ga pake peningset. Cm ortuñ yg dtg
fajardwi_h says: Hehe amiiin
I say: ini berkah dari keluarnya kmu dari kerjaan
fajardwi_h says: Pangestune ya
I say: mungkin emang dah jalanmu say…
I say: amieen
I say: pasti…
fajardwi_h says: Iya,mgkn ni arti smua kisah hdpku
I say: jadi, akhir taun ini last lajanger party??
I say:
fajardwi_h says: Aku dksh peningset wkt ijab. Tkt kl dksh skrg,aku ngabur lg,hwahaha
fajardwi_h says: Iya bu. Bachelorette party
I say: peningset tuh apa seh??
fajardwi_h says: Hwahahaha
fajardwi_h says: Wadoooh
fajardwi_h says: Peningset tu pengikat. Barang2 yg dksh k manten cewek
I say: such as?
fajardwi_h says: Seserahan
fajardwi_h says: Smua yg biasa dpake si cewek dr rmbt smp jempol kaki
I say: pete termasuk ngga??
I say:
fajardwi_h says: Kebaya,jarik,bj krj(kl km krj),sendal,sepatu
fajardwi_h says: Aku maunya sepatu crocs
I say: sayur mayur termasuk ngga???
fajardwi_h says: Hahaha

fajardwi_h says: Jengkol
fajardwi_h says: Pete kesukaanku tu
fajardwi_h says: Pete sampras
fajardwi_h says: Pete collins
I say: huh, kirain yg ijo2 ntu…
fajardwi_h says: Eh phil collins
fajardwi_h says: Hahaha
I say: btw, tgl 17 april tuh tanggal lahir papaku
I say: dan mantan ku
fajardwi_h says: Yg dtaruh kotak2 bgs2 tu
fajardwi_h says: Oya?
fajardwi_h says: Wah kbtln
fajardwi_h says: Ga ush inget2 mantan,he2
fajardwi_h says: Tgl19 ngunduh mantu d krian
I say: 19 aprilnya?
fajardwi_h says: Mg2 aja pemilu aman. Jd lncr smua
I say: tuh hari apa seehh?
fajardwi_h says: Iya
fajardwi_h says: 17 jumat. 19 minggu
fajardwi_h says: Jumat kliwon
fajardwi_h says: Wahaha weton. Ampun!
I say: waduh…
I say: mo pulang juga susah neng
I say: mash mending klo sabtu
I say: aku bisa beli tiket hari jumatnya
fajardwi_h says: Klrgnya smua nkh jmt kliwon hehe
I say: oww… sengaja gitu tohh??
fajardwi_h says: Ga sngaja si. Pokok bpkku minta jmt
fajardwi_h says: Eh,jmt yg dplh bpkku pas kliwon
fajardwi_h says: Kl ga bs dtg gpp neng. Doanya ya. Apa mau dtg tgl19? Gpp
I say: heheh
I say: diusahakan, tapi tidak berani berjanji yah???
I say: didoakan saja… amieenn
I say: ntar bowonya nek ketemu aja…
I say: ga buka’ kotak rekening toh??
fajardwi_h says: Hwahaha
fajardwi_h says: Blh jg idenya
fajardwi_h says: Dtulis d undgn
fajardwi_h says: Kbtln ada BCA,BRI,BNI,Mandiri
fajardwi_h says: Hwahaha maruk!
I say: wakaakakakaka…
fajardwi_h says: Mripat arto en
fajardwi_h says: Money eye
fajardwi_h says: Mata duitan!
I say: wakakaka
I say: harus kaleee…kan modalnya besar…
fajardwi_h says: Bu,aku off ya. Ponakanku bangun
fajardwi_h says: C ya
I say: okee
I say: c yaa
I say: ketemu tgl 28 yahh??
I say: sekali lagi selamat ya bu…
I say: aku ikut bahagia (from the bottom of my heart)
Itulah, pembicaraan tentang rencana liburan kami yg diselingi dengan pertanyaan kenapa semua orang sepertinya memiliki ide yang sama yaitu menutup tahun dengan ber-ijab dan berakhir dengan pengakuan sahabatku bahwa dia juga akan merencanakan pernikahan tahun ini -2009- begitu juga dengan beberapa temanku yang kabarnya baru aku dapat diawal tahun. Hmmm, salut dan iri aku dengan mereka yang dengan lantang mengatakan kapan tanggal dan bulan mereka akan menikah *ya iyalah, secara, udah dilamar gettooo…* sedangkan diriku… Hmmm…
Mungkin, dalam hal ini, menikah sama dengan kuliah, sama dengan pekerjaan, dimana semua dikaitkan dengan rejeki. Bener ngga ya saya begitu [sebenarnya sih lebih demi untuk melegakan diri sendiri dan tidak terlalu nelangsa, hahaha] mengait-kaitkan pernikahan dengan rejeki dari-Nya. Bukankah memang begitulah kodrat manusia, dimana ketika dia telah sampai pada ujung mencoba, maka langkah selanjutnya adalah pasrah, dan menyerahkan keputusan ditangan-Nya?
Entahlah, yang jelas dalam kasus sahabatku ini -dan teman2ku yang akan menikah pula ditahun ini- aku akan berusaha supaya benar2 tulus berbahagia untuk kalian teman, ngga akan lagi memantulkan kebahagiaan kalian selayaknya kaca kepada diriku sendiri… Hahahaha…
*these words dedicated for Ewiet : semoga menjadi keluarga yang bahagia ya bu…I’m so much happy for U*



 

Mei 2012
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Posts & Halaman

    pages

    permatasakti’s


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.