Pengait kata (tags) tulisan ‘ apa ajah

26
Jul
09

-facebook-

Nature 11saya nginep di kosan temen di daerah Tebet semalam…

berawal dari *curcol* dengan pasang status di FB – Ratna Permatasari is feel so insecure – dia langsung kasih komen dan menawarkan kasur serta kuping untuk dengerin curhatan saya. curhat yang tadinya saya dominasi berujung dengan curhatan berdua.. duhh.. kami sungguh kangen moment-moment seperti ini, thanks God we still have it… even not always.

Facebook,

Buat beberapa orang, FB adalah sarana yang sangat praktis to reach all of our friends.. temen dari jaman jebat, temen yang sekedar kenal say hi, temen sekantor, temen jaman kuliah, temen jaman SMA, jaman SMP, temen yang temennya temen kita, temennya si siapa yang pengen menjadi temen kita.. dan masih banyak lagee…

Buat sebagian kecil orang, FB adalah sarana yang dapat dipake untuk men-spy inceran dari dulu… sudah menikah-kah, masih single kah, bekerja dimana, dan banyak informasi pribadi yang bisa di dapat dengan sekali klik.

Buat beberapa bagian lagi, FB adalah alat yang super canggih untuk melihat aktivitas temen, pacar, tunangan, mantan gebetan, mantan pacar, bahkan suami, hakakakaka…

Saya?

saya ini tergolong dalam kelompok manusia yang terbuka, jadi biasanya dalam situs jejaring sosial pun saya suka isi profile information yang kurang lebih menggambarkan diri dan keadaan saya saat ini. Situs kek gitu, mulai dari twitter, friendster, bahkan Facebook… memang sengaja saya gunakan untuk ‘menggandeng’ temen saya jaman SMA, dan kuliah yang kebanyakan mereka mencar-mencar ngga stay di satu tempat…Nah, FB, FS dan teman-temannya adalah alat yang jauh lebih murah buat ngasih info dari pada kudu susah-susah sms…

alhamdulillah sampe detik ini saya -mungkin- termasuk pengguna kecanggihan informasi yang bijak. paling banter, nyampah-nya banyak! hahaha…

bagaimana dengan kamu?

03
Mei
09

[masih harus sendiri dulu]

imagesKost saya sepi sekali akhir-akhir ini. Satu bulan yang lalu, tiba-tiba temen-temen kos berbondong-bondong pindahan. Macem-macem alasannya. Yang satu, pindah ke daerah cibubur dengan alasan karena mobilnya engga bisa masuk ke garasi depan kos. Alasan yang masuk akal memang. Depan kos itu fungsinya emang udah berubah dari garasi menjadi tempat jemur pakaian. Bisa sih jemur baju di atas loteng, tapi kalo tahan ngerinya karena engga ada lampu di tangga menuju loteng. Satu lainnya pindah ke kost depan, dengan alasan dia pengen suasana yang baru karena lantai kamarnya memang sudah engga layak huni. Satu lainnya, malah pindah ke tetangga sebelah dengan alasan yang kurang lebih sama. Akhirnya, yang tersisa adalah saya. Penghuni terakhir yang tersisa.

Tadinya saya mau ikut-ikutan temen-temen saya. Pindah dengan macam-macam alasan yang bisa saya buat seperti juga mereka. Niat itu memuncak di saat ibu kost yang tinggalnya di Solo meneror saya dengan pertanyaan kenapa anak-anak kost ujug-ujug pada pindahan semua. Alasan mereka yang beragam itu, saya simpulkan dengan sedikit dibumbui protes mereka mengenai keadaan kost diluar kamar saya yang memang sedikit mengerikan. Saya pribadi sebenarnya engga ada masalah dengan kos, especially kamar saya. Kamar saya adalah ruangan yang paling tinggi luas diantara semua ruangan di rumah ini. Dengan harga yang sama dengan kamar teman-teman saya, saya termasuk beruntung mendapatkan kamar ini. Dengan barang yang begitu banyak, toh kamar ini masih punya space yang cukup kalo saya mau bergulingan sambil baca buku, hehehe. Itu adalah salah satu alasan yang membuat saya mengurungkan niat. Satu lagi yang membuat saya yakin saya sanggup mengatasi kesendirian ini adalah seorang sahabat bernama Reni, dia mengalami hal yang sama dengan kos-kosannya di Jakarta. Sendirian di rumah sebesar itu, saya belum tentu sanggup, tapi nyatanya dia memilih untuk tetap disana sampai sekarang.

Tapi akhir-akhir ini saya merasakan kesepian. Sering kali. Saya ingat dulu ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota ini. Setiap minggu adalah waktunya touring menjelajah tempat-tempat baru dijakarta. Cari barang-barang dengan harga miring berkualitas lumayan. Atau sekedar hunting perangkat yang bisa melengkapi kinerja notbuk saya. Tapi sekarang, teman-teman yang suka di ajak touring itu telah memiliki lebih banyak teman, dan saya, dengan jadwal waktu yang berbeda, hampir tidak pernah lagi mendapatkan kabar tentang mereka. Saya sedih.

ibnu1Keadaan tidak menjadi lebih buruk karena si mas tidak tinggal berjauhan lagi seperti dulu. Tapi untuk bertemu, kami sudah beruntung jika di akhir minggu saya engga masuk kantor, dan dia tidak turun ke lapangan karena ada masalah disana. Seperti hari ini, saya off dan menghabiskan hari di atas kasur dan sengaja bangun siang karena teman-teman kantor sedang liburan ke Bandung. Besok, waktunya masuk seperti hari biasa. Ingin sekali, dapat menghabiskan waktu seharian dengan si mas. Melakukan kegiatan yang santai, rundown pilem misalnya, atau sekedar mencoba masakah baru, atau ngeteh sambil ngobrol, atau apapun yang penting adalah kebersamaan kami yang saat ini sungguh sangat langka sekali dapat kami rasakan. Butuh kelegalan hukum dan agama, supaya kebersamaan kami tidak menimbulkan fitnah.

Dan saya masih harus menunggu dan bersabar, sementara masih sendiri dulu. Sampai suatu saat nanti akan tiba masanya.

23
Mar
09

Last day of my 24th

24314954hari ini, hari terakhir saya berumur 24 th. Waktu saya untuk bertambah secara angka (tapi berkurang secara kesempatan hidup didunia) sudah memasuki hitungan mundur. Tadi pagi,begitu bangun, saya sudah engga se-excited biasanya dalam menanggapi bertambahnya umur saya ini. Salah satu sebabnya sih karena kesadaran berkurangnya kesempatan saya hidup seperti yang barusan saya tuliskan. Saya tiba-tiba jadi pengen flash back ke hari dimana saya ulang tahun pada tahun-tahun sebelumnya. Engga banyak sih unforgettable moment yang bisa saya ceritakan berkenaan dengan ulang tahun, karena biasanya saya melaluinya dengan rutinitas biasa saja.

Ulang tahun ke 17, awal saya akan dianggap dewasa secara identitas. Paling engga diumur itu kita akan diakui secara yuridis (dengan bukti udah boleh bikin KTP) kedewasaan kita.

Surprise datang dari mama. Di umur-umur itu, mama adalah sosok yang sangat temperamental buat saya. Saya enggak bisa cerita dengan bebas kepada beliau jika ada sesuatu yang mengganjal dalam hati. Jujur, saya emang enggak dekat secara batin dengan mama, meskipun hal itu engga mengurangi sedikitpun rasa sayang saya kepada beliau. Menurut saya, dimata mama waktu itu, saya adalah anak yang super nakal dan susah sekali di nasehatin. Saya sering melanggar perintah mama dengan kelakuan yang sedikit di atas ambang batas kesabaran. Enggak jarang saya tidur diluar rumah karena mama sudah jenuh menunggu saya pulang dari nongkrong bersama dengan geng motor yang kebanyakan anak cowok itu. Tapi, saya sungguh merasa tertohok ketika di ulang tahun ke 17 itu, mama, tiba-tiba pulang dan membawakan kue tart berwarna biru yang dihiasi dengan bunga-bunga nan cantik itu. Mengucapkan selamat ulang tahun dan memanjatkan doa terdalam untuk saya. Saya, anaknya mama yang tomboy dan gemar membuat mama marah, kontan menitikkan air mata, kembali pada kodrat saya sebagai perempuan.
Ulang tahun ke 21. Angka dimana saya akan mulai dianggap dewasa secara mental.
Pacaran serius untuk pertama kalinya. Dapet kado yang luar biasa istimewa dari laki-laki yang menganggap saya istimewa. Saya dibuatkan film documenter singkat tentang hidup saya. Apa yang sudah saya alami dan apa yang telah saya capai. Singkat banget sih filmnya, tapi saya bahkan masih inget hari dimana saya baru saja membuka kado itu, dan saya, yang katanya temen kampus adalah preman Teknik ini, menangis bombay.

Ulang tahun ke 22.
Sedang giat-giatnya mengerjakan skripsi. Target saya adalah bisa lulus diumur ini. Sudah empat tahun lewat saya kuliah. Demi mengejar gelar sarjana sesuai dengan rencana, maka saya ikhlas ngekost di dua tempat waktu itu. Satu di Solo, satu lagi di Jogja. Sengaja ngekost di Jogja demi mendekati dosen yang sedang kuliah S3. Saya sedang marah dan kesel dengan mas hari itu. Kesel banget, tapi lupa keselnya karena apa. Siang, menjelang ulang tahun, saya nekat berangkat ke Jogja sendirian. Dengan perasaan marah berkecamuk, saya naik bis dan meluncur ke kost di Jogja. Saya sedih, karena dimata saya waktu itu, si mas adalah lelaki terkejam ‘ampun dah, dangdut banget gua ternyataaaa…’ karena engga mau ngejaga saya, dan menjadi unforgiving adalah karena hari itu merupakan hari dimana saya akan berulang tahun. Saya curiga dia engga inget hari ulang tahun saya. Nyampe di Jogja, saya masih marah dan kesel. Sengaja saya berniat untuk ngajak temen saya, si Guffy (nama aslinya Gufron, sebuah pelajaran untuk tidak memberikan nama kepada anak kita demikian, hihihi…) untuk dinner nanti malam. Kesel banget saya. Biarin aja, saya tetep pengen merayakan hari jadi saya dengan tidak mengingat-ingat keselnya hati saya kepada si mas. Waktu sudah menunjukkan angka 18.00 WIB, tapi si Guffy belum juga nongol. Saya sudah sms dia sedari tadi. Saya jadi kuatir, karena langit Jogja sedang mendung saat itu. Capek nunggu, saya tiduran di kamar. Sampe kira-kira pukul 19.00, seorang temen manggil saya, katanya ada cowok nungguin di depan. Saya keluar dengan girangnya, lupa dengan semua kekesalan hati. Dan yang saya temui didepan kost adalah laki-laki itu, yang telah membuat hati saya meradang dari sejak tadi sore. Si mas, datang dengan muka kuyup keguyur air hujan yang turunnya nanggung. Dia tersenyum, saya pun demikian. Ini adalah surprise teristimewa dalam hidup saya. Tanpa pikir panjang, saya sesegera mungkin mengajak mas yang kedinginan makan diluar. That day, was the best day of my life.
Dan hari ini, was my last day of 24th. Entah kenapa, saya merasa tidak akan mendapatkan surprise apa-apa hari ini. Bahkan saya berencana untuk menikmati me-time besok. Hari pertama saya menjalani tahun ke 25 saya didunia. Mungkin melakukan perjalanan ke Bandung atau Jakarta sendirian. Sekedar melewatkan waktu dan merasakan waktu yang berlalu. Atau tidur aja seharian, seperti ketika saya melewati ulang tahun saya ke 24, setahun yang lalu. Udah hampir jam 12 malam, tidak ada tanda-tanda dari laki-laki itu untuk sekedar men-sms diriku dan bilang heepy b’day seperti tahun kemaren. Saya kelelahan menunggu, dan akhirnya tertidur. Sudah hampir 25 tahun saya melewati hari ini, 21 Maret. Masa’ iya saya engga sanggup melewatinya hanya karena engga dapet sms dari si mas?

Cileungsi, 20 Maret 09 – almost midnite.




 

Mei 2012
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Posts & Halaman

    pages

    permatasakti’s


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.