Pengait kata (tags) tulisan ‘ kekasih

10
Apr
09

-sang kekasih-

249017721Dia itu, lelaki kedua yang menempati tempat sekian lama diruang hati saya. Demikian juga saya dihatinya. Lelaki pertama? jangan tanya siapa. Meskipun waktu itu saya masih SMA, tapi untuknya, saya beri hati yang utuh dan berusaha menjaga meskipun terpisah karena saya harus kuliah di kota yang berbeda. Meski begitu, toh saya tidak lantas men-single-kan diri dan mencari yang lebih baik dari dia. Saya akui, karena memang waktu itu (tahun 2002) hape dan alat komunikasi lainnya masih jarang dan engga sepopuler saat ini, toh demi dia saya berusaha setidaknya pulkam sebulan sekali demi menjaga yang tadinya saya minta untuk dihentikan saja. Tapi dia? tidak sekalipun dia melihat keadaan saya di kota tempat saya belajar. Sudah saya minta dari awalnya, sebaiknya saya dan dia menghentikan apa yang baru saja kami mulai saat itu, mumpung saya belum terlalu sayang, mumpung saya masih bisa mem-back flash posisi dia menjadi teman saya kembali, bukan pacar. Tapi dia enggan.

Saya kira itu komitmen, entahlah… toh saya juga masih terlalu muda untuk mengenal komitmen saat itu. Tapi setidaknya saya tetap mencoba. Sampai saat itu, ketika komunikasi mulai membaik diantara kami (thn 2004, saya mulai punya yang namanya hape) sebuah teror masuk ke kotak inbox saya. Lebih dari itu, banyak miscall, dan telpon engga penting mengganggu saya dan menyebut namanya. Seorang cewek mengaku sebagai kekasihnya, membuat saya terhenyak dari posisi sebagai orang yang penting dihatinya. Sungguh, saat itu, saya kira saya sudah berusaha menyelesaikan masalah itu dengan cara yang saya anggap dewasa. Menanyakan kepada dirinya tentang cewek itu, sungguh, saya berusaha untuk mempertahankan apa yang saya kira penting. Tapi dia, tak sekalipun menanggapi pertanyaan saya, dan tidak sedikitpun dia berusaha memenangkan hati saya. Saat itu pula saya sadar, hubungan tidak sehat ini sudah terlalu lama, dan dia… pun tidak menggapai saya ketika saya meninggalkannya.

Yang membuat sakit, dan perih dan enggan untuk memulai lagi adalah perasaaan dihina dan dicampakkan. Saya menjadi demikian pendendam dan merasa diabaikan olehnya. Tidak nampak semua cerita pertama kali tangan saya digenggam oleh laki-laki, tidak nampak oleh saya, saat mendebarkan yang saya tunggu ketika bertemu dengannya, tidak nampak itu semua. Saya terkadung sakit. Dan itu tak termaafkan sampai tahun kedua setelah kami berpisah.

Tapi saya beruntung, oleh lelaki kedua ini, saya diajari banyak hal. Bersama dia, saya merasa banyak berubah dan sepertinya menuju perubahan yang lebih baik. Bukan sengaja saya mencari kekasih lainnya sehingga bertemu dengan lelaki kedua ini. Bagi saya, awalnya dia adalah sosok yang menyenangkan untuk berbagi cerita, mimpi, kisah, harapan dan semua uneg-uneg yang mengganjal hati. Sampai akhirnya kebutuhan akan dirinya menjadi tidak tertahankan karena kerapuhan saya akibat sakit hati. Dan dia, menggengam tangan saya, menggantikan lelaki yang pertama, dengan cara yang berbeda.

Dan cerita kami pun, dimulai pada tahun yang sama, dengan cara yang sederhana dan apa adanya. Toh sebelumnya saya memposisikan diri sebagai seorang adik untuknya. Dan dia, bagi saya adalah seorang kakak laki-laki yang tidak pernah saya punya. Bersamanya, meskipun komitmen itu tidak terucap dengan lantang, toh kami menyadari posisi kami di hati masing-masing. Perjalanan kami pun tidak selalu mulus dan lancar, beberapa kali kami terpaksa harus berpisah karena jalan menuju mimpi ternyata berbelok menuju arah yang berlawanan. Tapi toh kami tidak menyerah, dia sebenarnya. Dia yang tidak pernah menyerah meyakinkan saya bahwa masih banyak yang bisa kami lalui bersama. Dia yang selalu berusaha ada untuk saya dan mengerti mimpi saya, mengajarkan kepada saya apa itu komitmen, apa itu hubungan dan apa itu rasa saling.

Sampai kemarin malam, rasa sayang yang dia perlihatkan kepada saya tidak berubah. Malah semakin kentara. Betapa dia menjadi sosok yang demikian mudah terpengaruh dengan suasana hati saya. Kalo saya lagi seneng, dia bisa dua kali lebih seneng, kalo saya lagi bete -apalagi klo betenya gara2 dia- dia bisa dua tiga kali lebih sedih karena saya suka mengadakan gencatan senjata, engga sms, engga nelpon, engga mau bales sms, engga mau angat telpon.

250152571Iya, saya akui. Semakin kesini, sepertinya saya semakin kolokan ngadepin dia. Dia, tetap berusaha memperlakukan saya selayaknya wanita dewasa. Okelah, kadang kalo logika saya lagi jalan, saya juga mampu diajak mikir logis en dewasa, tapi jujur, menghadapi dia, saya lebih suka mengeluarkan sisi manja -dan kolokan- saya. Hehehe…

Beberapa bulan terakhir ini, rasa diantara kami seperti diuji. Saya yang menguji, kadang juga keadaan yang menguji. Entah untuk menaikkan ‘kelas’ kami atau justru mendewasakan pemikiran kami tentang suatu hubungan itu sendiri. Entahlah. Yang jelas, meskipun sampai detik ini, masih banyak diantara kami yang harus kami temukan titik temunya, dia, meskipun adalah lelaki kedua yang menempati ruang hari saya, tapi dialah saat ini pemilik hati saya sepenuhnya.

-naj-

23
Mar
09

Last day of my 24th

24314954hari ini, hari terakhir saya berumur 24 th. Waktu saya untuk bertambah secara angka (tapi berkurang secara kesempatan hidup didunia) sudah memasuki hitungan mundur. Tadi pagi,begitu bangun, saya sudah engga se-excited biasanya dalam menanggapi bertambahnya umur saya ini. Salah satu sebabnya sih karena kesadaran berkurangnya kesempatan saya hidup seperti yang barusan saya tuliskan. Saya tiba-tiba jadi pengen flash back ke hari dimana saya ulang tahun pada tahun-tahun sebelumnya. Engga banyak sih unforgettable moment yang bisa saya ceritakan berkenaan dengan ulang tahun, karena biasanya saya melaluinya dengan rutinitas biasa saja.

Ulang tahun ke 17, awal saya akan dianggap dewasa secara identitas. Paling engga diumur itu kita akan diakui secara yuridis (dengan bukti udah boleh bikin KTP) kedewasaan kita.

Surprise datang dari mama. Di umur-umur itu, mama adalah sosok yang sangat temperamental buat saya. Saya enggak bisa cerita dengan bebas kepada beliau jika ada sesuatu yang mengganjal dalam hati. Jujur, saya emang enggak dekat secara batin dengan mama, meskipun hal itu engga mengurangi sedikitpun rasa sayang saya kepada beliau. Menurut saya, dimata mama waktu itu, saya adalah anak yang super nakal dan susah sekali di nasehatin. Saya sering melanggar perintah mama dengan kelakuan yang sedikit di atas ambang batas kesabaran. Enggak jarang saya tidur diluar rumah karena mama sudah jenuh menunggu saya pulang dari nongkrong bersama dengan geng motor yang kebanyakan anak cowok itu. Tapi, saya sungguh merasa tertohok ketika di ulang tahun ke 17 itu, mama, tiba-tiba pulang dan membawakan kue tart berwarna biru yang dihiasi dengan bunga-bunga nan cantik itu. Mengucapkan selamat ulang tahun dan memanjatkan doa terdalam untuk saya. Saya, anaknya mama yang tomboy dan gemar membuat mama marah, kontan menitikkan air mata, kembali pada kodrat saya sebagai perempuan.
Ulang tahun ke 21. Angka dimana saya akan mulai dianggap dewasa secara mental.
Pacaran serius untuk pertama kalinya. Dapet kado yang luar biasa istimewa dari laki-laki yang menganggap saya istimewa. Saya dibuatkan film documenter singkat tentang hidup saya. Apa yang sudah saya alami dan apa yang telah saya capai. Singkat banget sih filmnya, tapi saya bahkan masih inget hari dimana saya baru saja membuka kado itu, dan saya, yang katanya temen kampus adalah preman Teknik ini, menangis bombay.

Ulang tahun ke 22.
Sedang giat-giatnya mengerjakan skripsi. Target saya adalah bisa lulus diumur ini. Sudah empat tahun lewat saya kuliah. Demi mengejar gelar sarjana sesuai dengan rencana, maka saya ikhlas ngekost di dua tempat waktu itu. Satu di Solo, satu lagi di Jogja. Sengaja ngekost di Jogja demi mendekati dosen yang sedang kuliah S3. Saya sedang marah dan kesel dengan mas hari itu. Kesel banget, tapi lupa keselnya karena apa. Siang, menjelang ulang tahun, saya nekat berangkat ke Jogja sendirian. Dengan perasaan marah berkecamuk, saya naik bis dan meluncur ke kost di Jogja. Saya sedih, karena dimata saya waktu itu, si mas adalah lelaki terkejam ‘ampun dah, dangdut banget gua ternyataaaa…’ karena engga mau ngejaga saya, dan menjadi unforgiving adalah karena hari itu merupakan hari dimana saya akan berulang tahun. Saya curiga dia engga inget hari ulang tahun saya. Nyampe di Jogja, saya masih marah dan kesel. Sengaja saya berniat untuk ngajak temen saya, si Guffy (nama aslinya Gufron, sebuah pelajaran untuk tidak memberikan nama kepada anak kita demikian, hihihi…) untuk dinner nanti malam. Kesel banget saya. Biarin aja, saya tetep pengen merayakan hari jadi saya dengan tidak mengingat-ingat keselnya hati saya kepada si mas. Waktu sudah menunjukkan angka 18.00 WIB, tapi si Guffy belum juga nongol. Saya sudah sms dia sedari tadi. Saya jadi kuatir, karena langit Jogja sedang mendung saat itu. Capek nunggu, saya tiduran di kamar. Sampe kira-kira pukul 19.00, seorang temen manggil saya, katanya ada cowok nungguin di depan. Saya keluar dengan girangnya, lupa dengan semua kekesalan hati. Dan yang saya temui didepan kost adalah laki-laki itu, yang telah membuat hati saya meradang dari sejak tadi sore. Si mas, datang dengan muka kuyup keguyur air hujan yang turunnya nanggung. Dia tersenyum, saya pun demikian. Ini adalah surprise teristimewa dalam hidup saya. Tanpa pikir panjang, saya sesegera mungkin mengajak mas yang kedinginan makan diluar. That day, was the best day of my life.
Dan hari ini, was my last day of 24th. Entah kenapa, saya merasa tidak akan mendapatkan surprise apa-apa hari ini. Bahkan saya berencana untuk menikmati me-time besok. Hari pertama saya menjalani tahun ke 25 saya didunia. Mungkin melakukan perjalanan ke Bandung atau Jakarta sendirian. Sekedar melewatkan waktu dan merasakan waktu yang berlalu. Atau tidur aja seharian, seperti ketika saya melewati ulang tahun saya ke 24, setahun yang lalu. Udah hampir jam 12 malam, tidak ada tanda-tanda dari laki-laki itu untuk sekedar men-sms diriku dan bilang heepy b’day seperti tahun kemaren. Saya kelelahan menunggu, dan akhirnya tertidur. Sudah hampir 25 tahun saya melewati hari ini, 21 Maret. Masa’ iya saya engga sanggup melewatinya hanya karena engga dapet sms dari si mas?

Cileungsi, 20 Maret 09 – almost midnite.




 

Mei 2012
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Posts & Halaman

    pages

    permatasakti’s


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.