Pengait kata (tags) tulisan ‘ mana aja dah

02
Mar
09

petualangan rumah

dream houseMemang tidak mudah dalam mempersiapkan rencana kedepan. Apalagi menyangkut pernikahan yang akhirnya nanti akan berbuntut panjang terhadap kebutuhan seperti sandang, pangan, terutama papan.
Kebutuhan sandang en pangan, jelas -sengaja- ngga dibikin pusing meskipun ntar masih akan pusing juga mungkin. Tapi yang jauh bikin pusing dan akhirnya membawa saya dan mas pada petualangan tak terselesaikan adalah pencarian kebutuhan ketiga : Rumah.
Hari ini, petualangan rumah yang kami lakukan membawa kami ke kawasan perumahan elite kedua setelah Kota Wisata. Legenda Wisata.
Gara-gara iklan besar yang ditempel di pintu gerbang legenda wisata saya dari hari kamis malam udah berinisiatif ngajak si mas untuk mendatangi kantor pemasaran Legenda Wisata yang bentuknya kek Colloseum di Roma.
Nyampe di coloseum itu, si mas secara sepihak memutuskan ngga jadi turun. Keder ngadepin kemungkinan harga yang akan ditawarkan kepada kami nantinya.


“nanya-nya lewat telpun aja kali ya Hun?”
kata mas.
yah, udah terlanjur kesini sih mas” saya merajuk. Padahal setiap saya di datangi oleh marketing perumahan, yang saya sodorin adalah si mas karena saya sendiri suka keder ngadepin angka yang beratus2 juta, ditulis kehadapan saya.
Si mas masih melajukan motornya menjauhi kantor pemasaran Legenda Wisata.
Akhirnya, dia balik arah dan bertekad memasuki Coloseum itu. “Berani ah, sapa yang takut” katanya.

Lalu kami, dengan mengumpulkan semua kepercayaan diri yang sempat tercecer melihat kantor pemasaran yang demikian megah, memberanikan diri untuk duduk dan bertanya. Semua demi mimpi memiliki rumah sendiri.
Singkatnya, kami salah tafsir. Iklan besar yang menyesatkan itu memang nyata, tapi bukan berbentuk rumah tapi kavling. Pantas saja jika seharga 105 juta dengan dp dicicil 36 kali, masih didiscount 30%.
Hmmm, tapi tanah kavling kan bukan impian kami. Tapi tidak menyesal, toh kami sudah memberanikan diri untuk bertanya dan dapat info yang lebih dari yang kami harapkan.

Beberapa minggu sebelum kami mendatangi Legenda Wisata, petualangan rumah telah membawa kami menelusur sampai ke wilayah terdalam daerah Jonggol dan sekitarnya. Mulai dari perumahan untuk kalangan menengah ke bawah, Griya Kahuripan dengan cicilan hanya 300ribu per bulan, sampai ke perumahan untuk menengah ke atas, Harvest City.
Minggu ini pun, untuk terakhir kalinya (karena kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri petualangan rumah kami) kami mendatangi perumahan Griya Nusantara. Terlalu banyak referensi, malahan membuat otak kami menjadi terlalu banyak pertimbangan.
Padahal kondisi keuangan kami, belum mencapai kondisi yang stabil. Saya, mungkin masih bisa bertahan. Tapi rata-rata dari perumahan2 yang kami datangi semuanya mementokkan kami dengan permintaan Uang Muka yang melebihi kemampuan kami.

Akhirnya, kami memutuskan untuk setidaknya sampai akhir tahun ini, saya dan mas -jika rencana menikah kami diridhoi- sementara waktu akan menyewa rumah saja. Sambil mengumpulkan uang untuk setidaknya mampu membayar Uang Muka, jikalau suatu saat nanti kami mendapatkan rumah impian kami.
Kondisi penempatan si mas yang masih belum pasti *update: penempatan si mas, masih kudu nunggu ampe by the end of this month. Saya anggap itu waktu bonus dari Tuhan, jika memang dia akan dipisahkan kembali dengan saya*

nAj-




 

Mei 2012
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Posts & Halaman

    pages

    permatasakti’s


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.