anak (kecil) jaman sekarang

Siapa yang menyangka bahwa anak sekecil itu, 2tahun 5 bulan, sudah memendam marah dan dendam.

Malam ini, seperti biasa sudah tiba waktunya saya menina-bobokan neyla. Putri kecil saya yg baru berumur 2tahun 5 bulan.

Seperti biasa juga, saat dia memegang blackberry saya, yang dia ingat adalah video video yg isinya adalah rekaman kegiatannya.

“Lambuk, bunda lambuk” katanya sambil nunjuk2 video dia potong rambut
“Habis nonton ini, lgsung bobo’ ya?” Kataku bernegosiasi
“Iyaa” katanya

Lalu dia melihat video potong rambutnya dr awal sampe selesai

Ternyata ngga puas, dia menunjuk2 video berikutnya

“Sekolah, sekolah” katanya sambil nunjuk video gambar dia sedang senam pagi bersama teman2nya
“Habis ini lgsung bobo’ ya?” Kataku sekali lagi bernegosiasi
“Iyaa” katanya lagi.

Lalu diputarlah video senam itu sampe selesai.

Tapi dia masih minta lagi, dan akhirnya saya mengambil sikap tegas dengan mengambil handphone dan meminta dia tidur.

Tapi neyla justru marah dan minta pindah ke kamar amang (nenek)nya. Hati saya meradang sedih seketika.

Saya bujuk dia, “Neyla tidur sama bunda aja ya?” Tapi rupanya dia sudah terlanjur kesal. Dibukanya pintu kamar kami dan diketuk2lah pintu kamar amangnya.

Tidak lama kemudian, saya intip dr jendela, buah hati saya sudah tertidur pulas. Dengan sedih saya kembali ke kamar dan memikirkan kejadian barusan.

Anak saya itu, ternyata temperamennya keras. Dia berkarakter, dan berkeinginan keras. Hampir sama dengan saya. Maka sebenarnya cara menghadapinya bukan lagi dengan ancaman, tapi mengalah sambil memberi pengertian.

Saat ini pada saat ancaman itu datang ke dia, mungkin dia akan menuruti. Tapi nanti ketika dia beranjak besar, pasti dia akan menuruti pemikirannya.

Hmmhh.. Anak sekecil itu, sudah mampu membuatku kewalahan dengan sikap dan perilakunya.

Saya pikir saya akan kesepian malam ini. Tapi untunglah mama membuka pintu kamar, dan neyla-pun saya ‘culik’ balik lg ke pelukan saya.

Baik-baik sama bunda ya neyla sayang. Bunda tidak bisa memejamkan mata jika tidak ada kamu disisi bunda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s