neyla first day school

Hari ini, si kecil neyla memulai aktifitasnya sebagai calon murid di PG-TK Dreamy Kids Indonesia. Walaupun baru berumur 2.3tahun tapi rasanya sudah ngga sabar pengen lihat gadis kecilku itu berseragam dan beraktifitas dengan anak-anak seumuran dia.

Walaupun sudah digembar gemborkan mau sekolah hari ini dari seminggu yang lalu, tetap saja susah bukan main untuk maksa Ney turun dari tempat tidur dan langsung mandi.

Sifat bawaan dia dari ayahnya, kalo baru bangun ngga bisa langsung ‘hidup’. Harus pindah posisi ke sofa, ke karpet sambil manggilin satu persatu nyawanya supaya kumpul. Baru sejam kemudian sudah bisa diajak ketawa becanda.

Tapi hari ini ngga ada waktu untuk nungguin neyla pindah sana sini. Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 waktu dia akhirnya bangun. Sambil membujuk bahwa dia boleh lihat Thomas and friends kalo dia mau mandi, akhirnya dengan langkah kecilnya dia mau juga digiring ke bak mandinya.

Namun ternyata dia ngga se-rela itu disuruh mandi pagi-pagi. Neyla mandi dengan perasaan marah, satu guyuran dikepalanya, seketika itu juga gayung dilempar. Satu kucuran shampoo di rambutnya, seketika itu juga shampoo tadi dilempar. Jadilah acara mandi pagi itu penuh atraksi benda-benda melayang

Acara mandi selesai. Lanjut persiapan pakai baju dan minum susu. Sepertinya cukup sukses acara lempar-lemparan tadi, karena pada proses ini neyla super pasrah dan ngga banyak protes.

Jam 08.10. Kami sudah agak terlambat, setelah cium tangan amang, neyla saya antar ke sekolahnya. Di sekolah sudah ada anak-anak TK yang bermain sambil menunggu senam pagi.
Neyla cepat sekali membaur dengan teman-teman barunya. Walaupun ketika acara senam, dia diam saja dan belum ingin mengikuti instruksi guru-gurunya.

Lalu kira2 jam 08.30 semua murid sudah masuk ke kelasnya masing-masing termasuk neyla. Herannya, dia tidak nangis kolokan waktu saya dengan sengaja jauh-jauh dari dia dan sengaja ngga mau nemanin dia. Neyla asik saja main dengan teman-temannya sambil dibantu oleh gurunya.

Trenyuh hati saya. Buah hati yang saya lahirkan 2 tahun yang lalu, sekarang sudah memulai aktifitas belajarnya. Si kecil yang hobi ‘mbuntuti’ saya kemanapun kaki ini pergi, sekarang sudah ngga nangis lagi walaupun ditinggal dihari pertamanya sekolah.

Seharusnya saya bangga karena Neyla anak yang mandiri. Tapi tetap saja, hati ini masih saja terharu melihat demikian cepatnya waktu berlalu sehingga bayi mungil yang dulu digenggaman tangan saya sekarang beranjak tumbuh.

Seperti baru kemarin tangis pertamanya pecah beberapa saat setelah dia diambil keluar dari perut saya. Seperti baru kemarin kontraksi yang saya tunggu-tunggu tidak kunjung datang sehingga terpaksa Neyla kecil harus lahir dengan cara caesar.

Selamat memulai proses belajarmu ya gadis kecilku, semoga langkah-langkah kecilmu senantiasa dimudahkan olehNya sehingga tercapai segala asa-mu kelak.

*hugs* ayah bunda

happy turning 30 dear soulmate

Kepada langit yang hari ini bersinar dengan gegap gempita
Kepada bulan yang hampir sempurna
Kepada tanah yang kian rindu akan hujan… Dan tentu saja
Kepada pemilik segala ruh di muka bumi ini…

Kupanjatkan doa dengan segenap hatiku
Untukmu wahai jiwa yang kupilih untuk menjadi imam dalam hidupku
Semoga dipertambahan umurmu hari ini,
Segala rahmat tercurah olehNya untukmu
Diberikan umur yang berkah, jiwa yang semakin tawwadu, serta hati yang senantiasa merendah

Semakin dimatangkannya kedewasaanmu, senantiasa diberikan nikmat sehat, dan lisan yang tidak pernah lupa akan kalimat syukur

Semoga bersama, kamu dapat selalu membimbingku, menjadi makmum yang lebih baik dari hari ke hari. Dan kita pada akhirnya nanti dapat berkumpul kembali, menjadi suami dan istri yang tidak hanya dipertemukan olehNya dialam dunia ini tapi juga di akherat nanti…

Aku mencintaimu wahai jiwa yang kupilih.
Pun dengan segala kelemahan yang kamu miliki
Pun dengan segala keterbatasan yang ada pada dirimu
Aku mencintaimu karena semua itu

Semoga rasa ini akan selalu bersama kita, yang akan selalu datang sebagai pengingat kala rasa perlahan terasa samar

Kutitipkan doa ini lewat sujud sujud panjangku…

With Love,
Istrimu

my -boy- bestfriend

Namanya castilian, saya memanggilnya iyan. Dia tidak terlalu tampan, tapi punya tubuh yang tinggi semampai. Tapi itu semua tidak terlalu penting, karena dia baik hati. Dia adalah sedikit dari teman laki-laki yang saya kenal yang peduli tentang prestasi akademik, dia pendengar yang baik, dia juga tidak pernah berat hati menolong saya, bahkan keluarga saya. Dia, adalah satu-satunya sahabat laki-laki yang saya punya. Dia, adalah bukti saya pada dunia bahwa laki-laki dan perempuan bisa menjadi sahabat tanpa harus mengaitkan perasaan.

Umurnya kurang lebih sama dengan umur saya. Hal itulah yang menjadikan pembicaraan kami nyambung satu sama lain. Pertemuan yang tidak sengaja, setidak sengaja tentang cerita sampai bagaimana kami berakhir sebagai sahabat. Belum pernah saya se-nyambung itu ngobrol ama seorang laki-laki. Tanpa ada perasaan ingin dianggap apapun oleh dia. Bebas saja, menjadi diri saya sendiri. Iyan yang tadinya berniat menjadikan adik saya sebagai pacarnya, justru berakhir dengan menjadi sahabat saya. Sungguh lucu dunia ini.

Dia tidak hanya nyambung, tapi juga lucu. Iyan juga yang mengenalkan saya dengan dunia mapala, dunia hiking. Bahkan sempat saya dijodohkan dengan beberapa temannya kala itu. Tapi tidak ada yang bisa menyamai kenyamanan saya bersama iyan. Saya kadang masih ingin jaim dengan teman-temannya tapi tidak dengan iyan. Dia sahabat saya, sahabat terbaik saya.

Tidak hanya saya, mungkin dia pun merasa demikian. Beberapa malam minggu jarang dia habiskan dengan pacarnya dia justru mencari saya. Sambil bersepeda motor, kami mengunjungi drive thru Mc donald dan memesan ice cream cone kesukaan kami. Lalu beberapa jam kedepan, kami pasti sudah tenggelam dalam cerita tentang angan-angan, dan mimpi yang hendak kami raih.

Semester ketiga tahun 2003, di semarang adalah kala terakhir kami bertemu. Beberapa tahun berpisah tidak membuat dia berubah terhadap saya. Baginya saya adalah sahabat perempuannya. Dan iyan, masih saja lucu, spontan dan nyambung, selama apapun kami terpisahkan. Kami akan cerita jujur satu sama lain tanpa takut dinilai satu dengan yang lain.

Tapi itu semua berubah…

Satu kabar saja dari mamanya. Membuat saya seketika kehilangan sahabat terbaik yang pernah saya punya. Orang paling loyal dan baik hati dalam hidup saya. Tempat dimana saya melihat dunia ini -yang kala itu hancur berantakan didepan saya- dengan mata normal. Orang yang berkali-kali menyadarkan saya bahwa mimpi-mimpi didepan masih layak untuk diperjuangkan dan saya mampu melakukannya. Saya kehilangan sahabat istimewa saya, tepat setelah dia melakukan pernikahannya.

Sempat kami bertemu sebelum pernikahan itu -terpaksa- dilakukan. Dia masih iyan sahabat saya, yang bercerita dengan jujur. Bahwa dia ingin membuktikan kepada keluarga si pihak perempuan bahwa dia mampu menjadi seorang mantu yang bisa dibanggakan. Dia merasa harga dirinya terkoyak oleh keluarga pasangannya. Sesaat saya merasa bahwa sahabat saya yang dulu, begitu bangga dengan dirinya. Bangga dengan ke-apaadaan-nya, tiba-tiba memudar dan lama-lama hilang. Terganti menjadi laki-laki yang terluka egonya oleh cinta, dan dibutakan oleh ‘dendam’ dan disibukkan dengan pembuktian kepada keluarga istrinya.

Saat itu juga, saya disadarkan oleh kenyataan bahwa mungkin disinilah jalan kami akan berpisah. Saya masih akan fokus mengejar mimpi-mimpi yang dulu selalu kita bicarakan, sedangkan dia, harus seketika menjadi dewasa dan mengayomi keluarga barunya. Sejak itulah kami terpisah dan hampir tidak pernah lagi bertukar kabar dan sapa.

Dan malam ini… Saya rindu sahabat lama saya. Saya rindu iyan…

Sahabat, dimanapun kamu berada. Ini yang ingin aku katakan. Senang sekali, dan bahagia rasanya saat ini mengenang bahwa dulu kita punya hubungan yang indah dan murni. Senang sekali saat ini mengingat bahwa dulu, aku punya sahabat terbaik dalam hidupku yaitu kamu. Seperti apapun kamu mengambil keputusan atas masa depanmu, aku hanya ingin kamu tau wahai sahabatku, bahwa aku berterima kasih, atas kebaikan, atas kasih sayang, perlindungan, dan semua pertolongan tanpa balas yang kamu telah berikan.

Sahabat, semoga bahagia hidupmu saat ini. Sama seperti diriku. Dan sahabat, terima kasih sekali lagi, karena telah menjadi bagian dari hidupku…

-teruntuk sahabatku, castilian udhi sapta-

Jakarta Memilih

Jakarta memilih hari ini, kamis 20 september 2012. Saya ngga bisa ikutan milih coz KTP bukan jakarta alias bogor. Tapi sebenarnya saya pengen sekali ikutan memilih…

Setelah melihat debat final calon gurbernur kemarin sebenarnya sudah ketahuan siapa calon yang lebih kuat dari segi mental dan pengetahuan. Siapa yg lebih ngayomi dan terbukti dan diakui terbaik, bahkan secara dunia.

Mungkin saya adalah salah satu bukti bahwa kota Solo memang telah mengalami banyak sekali kemajuan selama sepuluh tahun terakhir.
Yang paling saya ingat adalah persimpangan proliman di deket stasiun solo balapan. Dari awal saya kuliah, perlimaan itu menjadi titik yg paling saya takuti. Di perlimaan itu, lampu lalu lintas selalu saja tidak pernah bertahan lama. Dipasang yg baru seminggu kemudian rusak. Sehingga otomatis di titik itu hampir selalu menjadi titik macet.

Tapi hal itu tidak terlihat lagi saat saya mengunjungi solo 2 tahun yang lalu. Solo berbenah. Benar2 terasa nuansa budayanya. Ada gladak langen bogan, satu wilayah yg dibebaskan khusus utk pedagang di malam hari, yang pada akhirnya menjadi trend mark solo.

Semoga pemilih di jakarta adalah pemilih yang pintar. Apa salahnya memberikan kesempatan utk ‘pemain’ baru, yang notabene sudah berpengalaman juga di daerah lain, yang merkipun bukan putra daerah, tapi siapa tau justru membawa angin segar utk jakarta dikemudian hari.

-semoga menang ya mas Jokowi-

other dreams

Perjalanan seorang manusia kerap kali tidak diduga arah dan tujuannya sebelum kita sampai atau berhenti di sebuah persimpangan.
Sebuah pemberhentian yang membuat kita nyaman barang sesaat kadang melenakan dan membuat lupa ada tujuan yang lebih besar didepannya.

Masih ingat ketika semester dua di teknik mesin. Tahun 2003 waktu itu. Cita cita terbesar adalah masuk ke sebuah perusahaan dengan basis teknologi jepang berbendera astra. Iyaa.. Masuk ke perusahaan astra adalah impian tertinggi kala itu. Impian yg hampir memudar karena di ujung masa studi, ternyata jalan menuju kesana tidak semudah berangan-angan.

Namun, jalan tuhan tidak ada yg bisa menerka. Sang mantan yg kala itu masih menyelesaikan S1nya iseng isi nama dan IPK saya pada sebuah list pendaftaran untuk astra honda motor. Dan sesuatu yang iseng itu berbuah manis dengan diterimanya saya sebagai pegawai astra di tahun 2008.

Satu impian tercapai. Saya bahagia, pun demikian dengan keluarga. Bagaimana tidak. Dengan backgroud broken home, hampir tidak mungkin untuk saya kuliah kala itu di tahun 2002. Berbekal nekat dan bismillahh.. Tahun pertama terlewati. Demikian sampai tahun ke empat. Saya lulus sebagai S1 teknik mesin tanpa uang dari orang tua sepeserpun.

Impian yang tercapai itu, masih terasa manisnya sampai tahun ke tiga. Di tahun kedua bekerja saya menikahi belahan jiwa saya. Tahun-tahun yang berat pun kami lewati dengan bergandengan tangan. Sampai di tahun ketiga 2010, lahirlah buah cinta kami.

Dari sinilah rasanya episode mimpi sebagai pegawai astra tidak semanis masa-masa dulu. Terasa sesak didada tatkala harus meninggalkan si kecil saat subuh baru saja beranjak pergi. Jam masuk tepat 07.00 terasa makin memberatkan langkah karena harus melewati kemacetan yang luar biasa, sehingga pukul 06.15 harus sudah beranjak dari rumah.

Walaupun dengan mengendarai motor, tetap saja memakan waktu skitar 30menit dari rumah ke kantor. Semenjak si kecil lahir pula. Saya yang tadinya tidak masalah untuk pulang lebih dari jam 16.00 bahkan bisa sampai pukul 20.00 baru pulang, semuanya jadi begitu berat. Belum pukul 16.00 saja tas dan laptop sudah rapi dan buru2 meninggalkan kubikal saat bel pulang berbunyi. Saya sudah tidak sabar melihat wajah malaikat kecil itu.

Sampai di akhir tahun 2011. Impian menjadi pegawai astra, benar2 sudah tidak lagi jadi hal yang penting. Rasanya semakin tidak tertahankan harus berpisah dengan si kecil.

Akhirnya awal tahun 2012. Dengan berbagai alasan saya mengajukan resign. Tidak mudah. Tidak mudah melepaskan hal yang tadinya adalah impian kita. Impian yg sudah kita capai, dan berganti untuk meraih mimpi lainnya. Butuh keberanian dan sedikit nekat. Butuh perhitungan dan banyak doa.
Tapi semua tetap layak dijalani. Dan bismillahhh…

Februari 2012 saya pun mencoba bisnis kecil-kecilan. Menseriusi bisnis babyshop yg tadinya saya lakukan berbarengan dengan masih menyandang status pegawai astra. Menjadikan bisnis ini dari yang tadinya sampingan sebagai pemasukan utama. Saya takut, saya tidak pede, saya juga sering kali merasa cemas.
Tapi dukungan dari keluarga, dari belahan jiwa yang lain memberanikan diri saya. Rasa takut dan tidak pede itu pelan pelan tidak lagi terasa…

Dan inilah mimpi saya berikutnya. Semoga beberapa tahun lagi saya bisa membuka sedikitnya 2-3 cabang Neyla’s little Corner babyshop. Atau mencoba bisnis lainnya.

Lalu mimpi yang lainnya, studi S2, masih dalam perencanaan. Sebenarnya bisa saja menjalankan kuliah sembari mengurus bisnis. Tapi mengenai hal perkuliahan ini, saya tidak ingin sekedar S2. Saya ingin serius dan total dengan jurusan yang saya ambil nantinya.

Mungkin tahun2 ini adalah tahun memulai dan mengasah jiwa entrepeneur saya. Yang sepertinya memang sudah ada di darah keluarga saya. Semoga mimpi kali ini bisa berbuah manis sampai masa-masa mendatang. Semoga bisnis ini langgeng dan lancar sehingga saya dapat memulai mimpi yang lainnya…

Bermimpi, berdoa dan bertindak.
Bermimpi yang tinggi, Tuhan akan memeluk mimpi kita dan menjadikannya nyata. Insyaalloh…

memulai kembali

Tersadar…
Dunia ini memang memabukkan
Membuat kita sering kali cukup sibuk
Seolah olah 24 jam tidak pernah cukup
Seolah olah kita akan hidup selamanya disini

Tersadar…
Bahwa ini adalah sebagian dari mimpi
Menulis adalah sebagian dari jiwa
Sebagian dari diri saya
Dan saya telah bertahun-tahun melupakannya

Teringat..
Ada orang disana,
Dia yang selalu menggengam tangan saya
Dia yang jiwanya selalu kucinta
Dia yang selalu mendorong dan mengingatkan akan mimpi mimpi saya
Dia yang menjadi orang pertama yang berkata iyaa atas mimpi yang saya bangun
Dan tidak pernah berhenti membantu saya mewujudkannya

Mimpi menulis saya termakan oleh mimpi lainnya

Itu terjadi begitu saja
Dan sebagian adalah salah saya

Dunia sudah banyak berubah dari terakhir saya menjejakkan kaki di dunia menulis ini
Si kecil sudah beranjak balita
Sudah tidak menangis saat haus
Karena sekarang sudah pintar bilang ‘minum’
Sudah tidak membutuhkan tangan saya untuk melangkah
Karena sekarang sudah berlari kemana mana
Tapi masih hobi menendang
Hanya kali ini bukan hanya perut bundanya
Tapi juga bola bundar

Saya menjadi lebih percaya dengan teori bahwa dunia ini bulat, bukan lonjong apalagi kotak!
Teman-teman yang dulu berjibaku dengan saya masa kuliah pun berubah
Seiring dengan pergerakan dunia, seiring dengan perubahan waktu
Beberapa diantaranya ada yg sudah menikah dan punya anak, padahal yg saya ingat tentang dia adalah saat membuat dia bangun dengan paksa serta kamarnya yang totally smelly

Beberapa lainnya sudah menjejakkan kaki di belahan dunia lain, belajar lebih banyak
Menggapai mimpinya

Saya menjadi tergugah
Satu malam yang saya lewati tanpa tidur, dan menghabiskannya dengan blogroll sana sini sudah cukup menjadi bukti bahwa saya rindu ini…
Rindu kembali menulis
Dan menjejakkan jari jemari saya
Untuk sekedar dunia tau
Bahwa pernah hidup seorang saya

Lalu malam ini
Menandai kembalinya saya ke dunia menulis
Saya dihadiahi ciuman bertubi tubi oleh gadis kecil saya
Dan pelukan hangat yang sebentar lagi saya akan dapatkan dari suami tercinta…

Ya.. Saya akan memulai kembali
Apa yang dulu pernah saya mulai
Mimpi ini tidak akan terinjak oleh mimpi lainnya.. Tidak akan..

[a new life inside me]

Ngga kerasa, kehidupan dalam diriku sudah memasuki bulan ke 9. I’ts a long journey you have my dear baby. masih ingat di benak saya ketika pertama kali perut saya diraba-raba dengan alat bernama ultra sonografik atau biasa dikenal USG, dan yang nampak hanyalah buletan kecil dengan kerlip kecil pertanda bahwa sedang dibangun sebuah kehidupan disana.

Beberapa bulan yang lalu bahkan kami sudah hampir bisa membayangkan wajahmu wahai peri kecilku. Pipi yang tembem dan muka yang hampir bulat, dengan hidung yang cenderung kecil, menyiratkan bahwa kemungkinan nantinya, dirimu akan lebih mirip bunda daripada ayah. Hehehe, aneh juga sih, mengingat bunda udah berusaha nyebelin ayah setengah mati sambil berharap nantinya kamu bakalan mirip ayah daripada bunda.

Dan mungkin, kurang lebih beberapa minggu dari hari ini, kita akan segera bertemu sayang… That day, is will be the day we’ve always waiting for, the day we meet…

Bunda dan ayah pernah bilang kepadamu wahai anakku, bahwa kami sebagai orang tua sebagaimana layaknya orang tua, akan selalu berusaha memberikan yang baik untukmu, mungkin ngga selalu yang terbaik, tapi yang pasti adalah sesuai dengan kemampuan kami sayang, dan percayalah, hal itu tidak menjadi ukuran apakah kami mencintaimu atau tidak, karena mungkin kami ingin mencintaimu dengan cara yang berbeda dengan kehidupan urban di sini.

Sudah beberapa kali bunda merasakan getaran dan gerakan kakimu atau anggota tubuhmu sayang, tapi itu ketika usia kehamilan bunda masih berumur 34minggu. Usia yang ngga terlalu bagus untukmu lahir karena diumur itu meskipun semua organ telah sempurna (kecuali paru-paru) tapi sistem imun dalam dirimu belum terbentuk dengan baik, sehingga pak dokter yang baik itu memberikan obat yang dapat menunda kelahiranmu.

Sempat pula bunda mengalami pendarahan, meskipun akhirnya kata pak dokternya bunda hanya mengalami flek. Disitulah perasaan bersalah menggerogoti hati kami, bunda takut sayang, bunda takut bunda kurang baik menjagamu sehingga hal2 yang tidak kami inginkan akan terjadi kepadamu. Tapi untunglah, dengan istirahat 2 hari saja, bunda ngga keluar flek lagi dan perasaan bersalah itu berangsur hilang.

Tahukah kamu sayang, bahwa minggu-minggu ini, setiap harinya selalu menjadi saat-saat yang mendebarkan hati bunda, dimana pertemuan denganmu bisa terjadi kapan saja, dan dirimu memiliki siklus yang bahkan bunda sendiri ngga bisa menentukan, kapan tepatnya kau ingin keluar dari perut bunda dan melihat dunia.

Anakku sayang, meskipun dunia ini takkan selalu indah bagi kita tapi bunda percaya sayang, adanya dirimu akan memberikan warna lain di kehidupan ayah dan bunda. Yang akan selalu menjadi penyejuk raga kami ketika kami lelah, yang akan selalu memberikan suntikan semangat untuk kami kala kami tidak optimis lagi memandang dunia.

Anakku, semoga kelak engkau menjadi seseorang yang berguna dalam kehidupanmu, keluargamu dan orang disekelilingmu bahkan mungkin bangsamu. Semoga kelak engkau menjadi pribadi yang membanggakan, anak yang sholeh atau sholelah, tidak hanya cantik/ tampan rupa tapi juga baik budi pekerti dan agama. Aminn…